Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) sangat penting untuk
kesehatan dan keselamatan. Baju pengaman dipakai oleh karyawan, sebagai tambahan di
samping baju yang mereka pakai, untuk melindungi pasien dan petugas kesehatan
dari risiko infeksi. Pemilihan dari baju pengaman berdasarkan risiko
kontaminasi kulit atau baju oleh darah dan cairan tubuh dan risiko transmisi
mikroorganisme dari satu orang ke orang lain. Pemakaian baju pengaman yang sesuai merupakan salah satu
dari 9 elemen standar kontrol tindakan pencegahan, yang harus diikuti setiap
saat di dalam perawatan pasien.
Tampilkan postingan dengan label Joint Commision International. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Joint Commision International. Tampilkan semua postingan
Selasa, 19 November 2013
Selasa, 16 Oktober 2012
Tujuan Dari Masing masing Standar JCI
IPSG (International Patient Safety Goals)Menggiatkan perbaikan tertentu dalam hal keselamatan pasien. ACC (Acces To Care and Continuity of Care)Mengkoordinasikan pelayanan mulai pasien datang s/d perencanaan pulang & perawatan selanjutnya. PFR (Patient And Family Rights)Mewujudkan rasa percaya pada pasien, menjalin komunikasi terbuka dengan mereka serta memahami & melindungi nilai-nilkai budaya, psikososial dan spiritual mereka. MMU (Medication Management and Use)Menjabarkan proses efektif dalam pengelolaan obat. PFE (Patient And Family Education)Menjabarkan proses penyuluhan kepada pasien yang mencakup penyuluhan pengetahuan selama pasien dirawat sampai pasien pasca perawatan. QPS (Quality Improvement & Patient Safety)
Menjabarkan pendekatan menyeluruh terhadap upaya perbaikan mutu & keselamatan pasien.
PCI (Prevention & Control of Infection)Menjabarkan tentang program Pencegahan & Pengendalian Infeksi. GLD (Governance, Leadership & Direction)Menjabarkan proses kepemimpinan yang efektif untuk menyediakan pelayanan yang baik. FMS (Facility Management & Safety) Menjabarkan rancangan manajemen yang efektif dalam mengelola Fasilitas yang aman. SQE (Staf Qualifications & Education)Menjabarkan proses manajemen sumber daya manusia, mulai dari menentukan jumlah staf & jenis staf yang dibutuhkan, merekrut & Menseleksi staf, sampai mengembangkan kompetensi staf. MCI (Management of Communication And Information)Menjabarkan rancangan manajemen komunikasi & informasi , baik internal maupun ksternal.
Jumat, 20 Juli 2012
Akreditasi KARS
UU yang terkait akreditasi KARS :
UU no.375 tahun 2007 tentang standar profesi radiografer (depkes)
UU no,44 tahun 2009 tentang rumah sakit (depkes)
UU no.29 tahun 2006 tentang bangunan (kementrian PU)
yang harus dipahami adalah standar profesi, standar profesi diatur oleh menteri kesehatan. Untuk perawat belum ada dari menkes akan tetapi dari PPMI. Sistem elektronik e-mr belum ada UU. Pada hari pertama direktur harus ada di tempat.
UU no.375 tahun 2007 tentang standar profesi radiografer (depkes)
UU no,44 tahun 2009 tentang rumah sakit (depkes)
UU no.29 tahun 2006 tentang bangunan (kementrian PU)
yang harus dipahami adalah standar profesi, standar profesi diatur oleh menteri kesehatan. Untuk perawat belum ada dari menkes akan tetapi dari PPMI. Sistem elektronik e-mr belum ada UU. Pada hari pertama direktur harus ada di tempat.
Sabtu, 18 Februari 2012
Apa maksud dan tujuan inisiatif akreditasi JCI?
Akreditasi JCI adalah berbagai inisiatif yang dirancang untuk menanggapi meningkatnya kebutuhan seluruh dunia akan sebuah sistem evaluasi berbasis standar di bidang perawatan kesehatan. Tujuannya adalah untuk menawarkan kepada masyarakat internasional proses objektif untuk mengevaluasi organisasi pelayanan kesehatan yang berbasis standar. Dengan demikian diharapkan program ini akan menstimulasi perbaikan yang berkelanjutan dan terus-menerus dalam organisasi-organisasi pelayanan kesehatan lewat penerapan standar-standar konsensus internasional, Sasaran Internasional Keselamatan Pasien (International Patient Safety Goals), didukung oleh pengukuran data sebagai tambahan untuk standar bagi rumah sakit yang terdapat di edisi keempat ini, JCI juga telah mengembangkan standar dan program akreditasi sebagai berikut:
• Rawat Jalan (Ambulatory Care)
• Laboratorium Klinik (Clinical Laboratories)
• Pusat Pelayanan Primer (Primary Care Center)
• Perawatan Berkelanjutan (The Care Continuum; perawatan di rumah, hidup dengan dibantu, perawatan
jangka panjang, perawatan di rumah sakit hingga ajal menjemput)
• Pelayanan Transportasi Medik (Medical Transport Organization)
JCI juga menawarkan sertifikasi program perawatan klinis, seperti program untuk perawatan stroke, perawatan jantung, atau penggantian sendi. Program akreditasi JCI didasarkan pada kerangka kerja standar internasional yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Semua akreditasi JCI dan program sertifikasi bercirikan sebagai berikut:
• Standar konsensus internasional, dikembangkan dan dikelola oleh sebuah gugus tugas internasional, dan
disetujui Dewan internasional, yang merupakan dasar program akreditasi.
• Filosofi yang mendasari standar didasarkan pada prinsip manajemen bermutu yang terus-menerus
diperbaiki mutunya.
• Proses akreditasi ini dirancang untuk mengakomodasi faktor hukum, agama, dan/atau faktor budaya
di sebuah negara tertentu. Meski standar yang ditetapkan bersifat seragam demi harapan tinggi untuk
keselamatan dan kualitas perawatan pasien, proses akreditasi juga mempertimbangkan sejauh mana
kondisi khas negara tertentu dapat memenuhi harapan tinggi tersebut.
• Tim survei lapangan dan penentuan agenda survei akan bervariasi tergantung pada besar-kecilnya
organisasi pelayanan kesehatan dan jenis layanan yang diberikan. Sebagai contoh, sebuah organisasi
multispesialis raksasa mungkin memerlukan survei empat atau lima hari oleh dokter, perawat, dan
administrator, sementara rumah sakit dengan 50 tempat tidur dan spesialisasi di satu bidang mungkin
hanya memerlukan survei lebih pendek dengan tim yang lebih kecil.
• Akreditasi JCI ini dirancang agar absah, dapat dipercaya, dan objektif. Berdasarkan analisis hasil survei,
keputusan akreditasi akhir dibuat oleh komite akreditasi internasional.
Senin, 06 Februari 2012
Apa dan Manfaat akreditasi rumah sakit
Apakah akreditasi?
Akreditasi adalah proses di mana suatu lembaga, yang terpisah dan berbeda dari organisasi pelayanan kesehatan,
biasanya nonpemerintah, melakukan asesmen terhadap organisasi pelayanan kesehatan. Tujuannya untuk
menentukan apakah organisasi tersebut telah memenuhi seperangkat persyaratan (standar) yang dirancang untuk
memperbaiki keselamatan dan kualitas pelayanan. Akreditasi biasanya bersifat sukarela. Akreditasi standar biasanya
diyakini sebagai sesuatu yang optimal dan dapat dicapai. Akreditasi menunjukkan komitmen nyata sebuah
organisasi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas perawatan pasien, memastikan
bahwa suatu lingkungan perawatan itu aman, dan terus bekerja untuk mengurangi risiko bagi para pasien dan
petugas kesehatan. Seluruh dunia telah memandang perlunya akreditasi sebagai cara efektif untuk mengevaluasi
mutu suatu organisasi pelayanan kesehatan, yang sekaligus juga berperan sebagai sarana manajemen.
biasanya nonpemerintah, melakukan asesmen terhadap organisasi pelayanan kesehatan. Tujuannya untuk
menentukan apakah organisasi tersebut telah memenuhi seperangkat persyaratan (standar) yang dirancang untuk
memperbaiki keselamatan dan kualitas pelayanan. Akreditasi biasanya bersifat sukarela. Akreditasi standar biasanya
diyakini sebagai sesuatu yang optimal dan dapat dicapai. Akreditasi menunjukkan komitmen nyata sebuah
organisasi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas perawatan pasien, memastikan
bahwa suatu lingkungan perawatan itu aman, dan terus bekerja untuk mengurangi risiko bagi para pasien dan
petugas kesehatan. Seluruh dunia telah memandang perlunya akreditasi sebagai cara efektif untuk mengevaluasi
mutu suatu organisasi pelayanan kesehatan, yang sekaligus juga berperan sebagai sarana manajemen.
Apa manfaat akreditasi?
Proses akreditasi dirancang untuk menciptakan budaya keselamatan dan budaya kualitas dalam suatu organisasi pelayanan kesehatan, sehingga organisasi itu akan senantiasa berusaha meningkatkan mutu proses perawatannya. Dengan demikian, organisasi tersebut dapat:
• meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa organisasi itu menitikberatkan sasarannya pada
keselamatan pasien dan kualitas perawatan yang diberikan;
keselamatan pasien dan kualitas perawatan yang diberikan;
• menyediakan lingkungan kerja yang aman dan efisien sehingga karyawannya merasa puas;
• bernegosiasi dengan sumber daya pendanaan yang akan menanggung biaya perawatan berdasarkan data
kualitas perawatan yang disediakannya;
kualitas perawatan yang disediakannya;
• mendengarkan pasien dan keluarga mereka, menghormati hak-hak mereka, dan melibatkan mereka
sebagai mitra dalam proses perawatan;
sebagai mitra dalam proses perawatan;
• menciptakan budaya mau belajar dari laporan-laporan kasus efek samping yang dicatat berdasarkan
waktu kejadian dan hal-hal lain terkait keselamatan.
waktu kejadian dan hal-hal lain terkait keselamatan.
• membangun kepemimpinan yang mengutamakan kerja sama. Kepemimpinan ini menetapkan prioritas
untuk dan demi terciptanya kepemimpinan berkelanjutan untuk meraih kualitas dan keselamatan pasien
di segala tingkatan.
untuk dan demi terciptanya kepemimpinan berkelanjutan untuk meraih kualitas dan keselamatan pasien
di segala tingkatan.
Kamis, 19 Januari 2012
Standar JCI FMS 1
1) The organization’s leaders and those responsible for facility management know what laws, regulations, and other requirements apply to the organization’s facilities.
Bukti yang dilihat pada saat audit :
Dokumen peraturan / perundangan berkaitan dengan fasilitas
2). The leaders implement the applicable requirements or approved alternatives.
Bukti yang dilihat pada saat audit :
Peraturan / perundangan diimplementasikan di organisasi
3) The leaders ensure the organization meets the conditions of facility reports or citations from inspections by local authorities.
Bukti yang dilihat pada saat audit :
Bukti kesesuaian hasil inspeksi dari instansi terkait
Bukti yang dilihat pada saat audit :
Dokumen peraturan / perundangan berkaitan dengan fasilitas
2). The leaders implement the applicable requirements or approved alternatives.
Bukti yang dilihat pada saat audit :
Peraturan / perundangan diimplementasikan di organisasi
3) The leaders ensure the organization meets the conditions of facility reports or citations from inspections by local authorities.
Bukti yang dilihat pada saat audit :
Bukti kesesuaian hasil inspeksi dari instansi terkait
Langganan:
Postingan (Atom)